Beranda Nasional Kejar Target Swasembada Pangan 2027, Kemendagri Minta Pemda Maksimalkan Peran Penyuluh Lapangan
NasionalNews

Kejar Target Swasembada Pangan 2027, Kemendagri Minta Pemda Maksimalkan Peran Penyuluh Lapangan

Kemendagri instruksikan Pemda rangkul Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) demi mengejar target produksi padi 55 juta ton dan swasembada pangan 2027

Bagikan
kemendagri rangkul penyuluh pertanian swasembada pangan
Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) digelar di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (9/7/2026). dok. Kemendagri
Bagikan

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa kunci percepatan swasembada pangan nasional berada di tangan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda)—khususnya dinas pertanian—untuk mempererat koordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa melibatkan para penyuluh.

“Keberhasilan tidak akan datang tanpa kerja kolektif. Jaga soliditas, rangkul mereka, dan dengarkan masukan dari teman-teman penyuluh di lapangan,” tegas Tomsi saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Pesan ini menjadi alarm penting bagi birokrat daerah. Tomsi mengingatkan bahwa kompetensi seorang Kepala Dinas Pertanian tidak melulu diukur dari lembar ijazah atau rekam jejak masa lalu, melainkan dari kerendahan hati untuk terus belajar dan membangun komunikasi dua arah dengan PPL. Sebab, para penyuluh inilah yang paling memahami dinamika, kendala, dan kebutuhan riil para petani di garis depan.

Langkah sinkronisasi ini mendesak dilakukan mengingat pemerintah pusat telah mematok target besar di sektor agraria untuk dicapai pada tahun 2027. Sektor pertanian kini ditempatkan sebagai pilar utama stabilitas nasional.

Untuk merealisasikannya, pemda memikul tanggung jawab besar guna mengawal sejumlah target indikator makro, antara lain:

  • Produksi Padi: Wajib digenjot hingga menyentuh angka 55.273.025 ton.
  • Proteksi Lahan: Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 5.981.316 hektare untuk mencegah alih fungsi lahan.
  • Optimalisasi Infrastruktur: Menghidupkan kembali performa dan fungsi operasional 5.829 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di pelosok daerah.

Di akhir arahannya, Tomsi secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para penyuluh yang selama ini menjadi pahlawan senyap di balik ketersediaan pangan masyarakat.

“Tanpa kerja keras Bapak dan Ibu sekalian, program sesempurna apa pun tidak akan berjalan. Setiap butir nasi yang kita konsumsi sehari-hari adalah buah dari peluh dan jerih payah para penyuluh di lapangan,” pungkasnya.

Agenda strategis ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, para kepala dinas pertanian dari berbagai daerah, serta perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh penjuru tanah air.

Baca juga:  Distribusi Minyak Sawit Merah Diusulkan Melalui Jaringan Koperasi Merah Putih

Sumber berita: https://www.tribunnews.com/nasional/7852203/sekjen-kemendagri-rangkul-penyuluh-pertanian-sebagai-upaya-wujudkan-swasembada-pangan

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Cirebon menyimpan potensi harta karun kelautan bernilai triliunan rupiah. Simak analisis mendalam...

Kapolres Lampung Tengah Beberkan Kronologi Konflik Agraria PT BSA dan Warga Tiga Kampung

Kapolres Lampung Tengah beberkan kronologi konflik lahan PT BSA dan warga Anak...

Tanah Hibah Senilai Rp58 Miliar Resmi Berpindah Status Menjadi Aset Pemkab Semarang

Tanah hibah senilai Rp58 miliar resmi tercatat sebagai aset Pemkab Semarang. Simak...

Kementan Kucurkan Tambahan 23 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Lampung

Kementan tambah kuota pupuk subsidi 23 ribu ton di Lampung untuk percepat...