Beranda Ekonomi Sokong Swasembada Pangan dan Transisi EBT, Menteri PU Sebut Bendungan Jadi Kunci Strategis
Ekonomi

Sokong Swasembada Pangan dan Transisi EBT, Menteri PU Sebut Bendungan Jadi Kunci Strategis

Menteri PU menegaskan peran vital bendungan sebagai kunci utama dalam mendukung swasembada pangan nasional dan mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Bagikan
menteri pu bendungan kunci swasembada pangan dan ebt
Menteri PU Dody Hanggodo. Foto: dok Istimewa.
Bagikan

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan posisi vital infrastruktur bendungan dalam mengakselerasi program prioritas nasional. Tidak sekadar berfungsi sebagai pengendali banjir, keberadaan bendungan kini ditempatkan sebagai pilar utama ekonomi pangan untuk mengamankan kedaulatan pangan sekaligus menjadi motor penggerak transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) di tanah air.

Menteri Pekerjaan Umum menekankan bahwa integrasi pengelolaan sumber daya air adalah instrumen mutlak untuk menjawab tantangan krisis pangan dan energi global secara bersamaan.

Melalui modernisasi fungsi bendungan, pemerintah optimistis pasokan air untuk lahan pertanian dapat terjaga secara konsisten di tengah anomali cuaca. Di saat yang sama, potensi limpasan air waduk didorong agar mampu menghasilkan daya listrik ramah lingkungan guna mempercepat target emisi nol bersih (net zero emission).

Double Impact: Pengairan Sawah dan Pembangkit Listrik

Dalam cetak biru pembangunan infrastruktur jangka panjang, Kementerian PU merancang bendungan-bendungan baru agar memiliki fungsi ganda (multi-purpose).

Pada sektor pertanian, pasokan air yang teratur dari bendungan diproyeksikan mampu menjamin indeks pertanaman (IP) di wilayah lumbung pangan nasional naik hingga tiga kali tanam dalam setahun. Dengan jaminan suplai irigasi yang stabil, risiko gagal panen akibat kekeringan ekstrem pada musim kemarau dapat diminimalisasi secara signifikan.

Sementara pada sektor energi hijau, bendungan membuka jalan bagi akselerasi pemanfaatan potensi hidroelektrik. Konstruksi bendungan baru kini dirancang ramah terhadap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung (Floating PV).

Inovasi penempatan panel surya di atas permukaan waduk dinilai sangat strategis karena tidak memerlukan pembebasan lahan baru yang kerap memicu konflik sosial, sekaligus menekan laju penguapan air waduk.

Sinergi Lintas Sektoral

Guna memastikan target ganda ini tercapai, Kementerian PU terus mempererat koordinasi dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sinergi ini krusial untuk menyinkronkan pembangunan fisik bendungan dengan jaringan irigasi tersier di hilir serta interkoneksi transmisi listrik milik PLN.

Melalui peta jalan yang terintegrasi ini, bendungan tidak lagi dipandang sebagai proyek beton mati. Infrastruktur raksasa ini kini menjadi investasi hidup yang secara langsung memperkuat ketahanan pangan rakyat sekaligus menerangi pelosok negeri dengan energi bersih.

Baca juga:  Kemarau Panjang Terjang Aceh Jaya, 386 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Sumber berita: https://www.metrotvnews.com/read/kqYCdXPX-menteri-pu-bendungan-jadi-kunci-swasembada-pangan-dan-pengembangan-ebt

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Distribusi Minyak Sawit Merah Diusulkan Melalui Jaringan Koperasi Merah Putih

Usulan distribusi minyak sawit merah lewat Koperasi Merah Putih mengemuka demi perkuat...

Sediakan 6.128 Hektare Lahan Siap Pakai, Lamongan Bersiap Ambil Alih Peran Sebagai Pusat Industri Baru Jawa Timur

Lamongan siapkan 6.128 hektare lahan siap pakai untuk jadi pusat industri baru...

Hilirisasi Kelapa Siap Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Utama Sulawesi Utara

Hilirisasi kelapa berpotensi menjadi pilar ekonomi utama Sulawesi Utara. Simak ulasan peremajaan...

Grafik Pangan Jawa Timur Bergolak: Minyak Goreng dan Gas LPG 3 Kg Merangkak Naik, Bagaimana Komoditas Lainnya?

Pergerakan harga sembako di Jawa Timur menunjukkan kenaikan pada komoditas minyak goreng...