Beranda Ekonomi Redam Gejolak Pasar, Pemerintah Guyur Rp31,3 Triliun untuk Bantuan Beras 33,2 Juta Keluarga
Ekonomi

Redam Gejolak Pasar, Pemerintah Guyur Rp31,3 Triliun untuk Bantuan Beras 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah gelontorkan anggaran Rp31,3 triliun untuk memperpanjang bantuan beras 10 kg bagi 33,2 juta KPM. Simak rincian kuota dan strategi Bulog di sini.

Bagikan
anggaran dan rincian kuota baru bantuan beras 10 kg pemerintah
Ilustrasi, penerima bantuan pangan beras. Foto: Istimewa.
Bagikan

JAKARTA — Pemerintah mengambil langkah intervensi pasar berskala masif guna membentengi daya beli masyarakat dari tekanan ekonomi dan ancaman kelangkaan pangan. Kebijakan penyaluran bantuan pangan berupa beras gratis seberat 10 kilogram per bulan resmi diperpanjang secara penuh. Tidak tanggung-tanggung, alokasi penerima manfaat kini melonjak tajam menjadi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok tanah air.

Langkah ini menjadi salah satu program perlindungan sosial dengan daya jangkau terbesar tahun ini. Untuk menopang distribusi beras secara masif tersebut, negara secara resmi mengucurkan anggaran jumbo hingga mencapai Rp31,3 triliun yang bersumber dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa perpanjangan program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan instrumen moneter taktis di sektor riil. “Pemerintah hadir untuk memastikan stabilitas domestik terjaga. Anggaran Rp31,3 triliun ini adalah investasi sosial agar konsumsi rumah tangga terbawah tetap bergerak positif di tengah fluktuasi harga pangan global,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Perluasan Kuota Target dan Akurasi Data Terpadu

Keputusan menaikkan target sasaran menjadi 33,2 juta KPM merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap dinamika kemiskinan ekstrem di daerah. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan dengan basis data tahun sebelumnya yang hanya mencakup 22 juta KPM.

Guna meminimalkan risiko salah sasaran (exclusion and inclusion error), pemerintah menggunakan data terintegrasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Setiap kepala keluarga yang namanya tercantum dalam manifes resmi berhak mengambil jatah beras medium seberat 10 kilogram setiap bulannya melalui jaringan distribusi kelurahan, kantor pos, atau balai desa setempat.

Bulog Ditantang Amankan Cadangan Beras Pemerintah

Di sisi operasional, Perum Bulog memikul tanggung jawab penuh sebagai motor penggerak logistik nasional. Dengan penambahan kuota penerima yang fantastis ini, Bulog diwajibkan mengamankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) minimal sebesar 1,5 juta hingga 2 juta ton di gudang-gudang regional secara konsisten.

Tantangan terbesar Bulog saat ini adalah memastikan penyerapan gabah dari petani lokal berjalan optimal di tengah pergeseran musim tanam akibat anomali iklim. Manajemen Bulog menyatakan telah menyiapkan strategi berlapis, mulai dari jemput bola ke penggilingan padi daerah hingga skema pengadaan luar negeri sebagai opsi darurat demi menjamin kelancaran distribusi tanpa mengganggu stabilitas harga di pasar tradisional.

Baca juga:  Grafik Pangan Jawa Timur Bergolak: Minyak Goreng dan Gas LPG 3 Kg Merangkak Naik, Bagaimana Komoditas Lainnya?

Melalui operasi sosial jangka panjang ini, pemerintah berharap dapat menekan laju inflasi harga bergejolak (volatile food) yang sering dipicu oleh komoditas beras. Selain meredam kepanikan pasar di tingkat konsumen, program ini menjadi jaminan konkret dari negara agar masyarakat rentan tidak tergelincir ke dalam jurang kerawanan pangan kronis.

Sumber berita: https://www.metrotvnews.com/read/bzGCeYYz-pemerintah-lanjutkan-bantuan-beras-10-kg-bagi-33-2-juta-kpm

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Distribusi Minyak Sawit Merah Diusulkan Melalui Jaringan Koperasi Merah Putih

Usulan distribusi minyak sawit merah lewat Koperasi Merah Putih mengemuka demi perkuat...

Sediakan 6.128 Hektare Lahan Siap Pakai, Lamongan Bersiap Ambil Alih Peran Sebagai Pusat Industri Baru Jawa Timur

Lamongan siapkan 6.128 hektare lahan siap pakai untuk jadi pusat industri baru...

Hilirisasi Kelapa Siap Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Utama Sulawesi Utara

Hilirisasi kelapa berpotensi menjadi pilar ekonomi utama Sulawesi Utara. Simak ulasan peremajaan...

Grafik Pangan Jawa Timur Bergolak: Minyak Goreng dan Gas LPG 3 Kg Merangkak Naik, Bagaimana Komoditas Lainnya?

Pergerakan harga sembako di Jawa Timur menunjukkan kenaikan pada komoditas minyak goreng...