Home News Pasokan Air Melimpah, Bendungan Jlantah Siap Amankan Lumbung Pangan Jawa Tengah
NewsRegional

Pasokan Air Melimpah, Bendungan Jlantah Siap Amankan Lumbung Pangan Jawa Tengah

Bendungan Jlantah di Karanganyar siap mengairi 1.494 hektare sawah, memasok air baku, dan memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah. Simak detail dampaknya

Share
bendungan jlantah perkuat ketahanan pangan jawa tengah
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar
Share

KARANGANYAR — Ambisi Jawa Tengah untuk mempertahankan posisinya sebagai penopang lumbung pangan nasional mendapat suntikan infrastruktur baru. Kehadiran Bendungan Jlantah yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar diproyeksikan menjadi kunci vital dalam menjaga stabilitas pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim.

Proyek strategis nasional ini didesain bukan sekadar sebagai penampung air raksasa, melainkan sebagai pusat kendali hidrologi yang multi-fungsi. Dengan kapasitas tampung yang masif, bendungan ini diharapkan mampu mengakhiri ketergantungan petani pada pola hujan musiman, mengubah lahan kering menjadi area tanam yang produktif sepanjang tahun.

Mengairi Ribuan Hektare, Meningkatkan Indeks Pertanaman

Berdasarkan data teknis proyek, Bendungan Jlantah dirancang untuk mampu mengairi sedikitnya 1.494 hektare lahan persawahan yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk wilayah Jatiyoso dan Jumapolo. Suplai air yang konsisten ini diyakini bakal mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) para petani setempat, dari yang semula hanya mampu sekali atau dua kali tanam dalam setahun, menjadi tiga kali tanam (IP 300).

Selain urusan sawah, bendungan ini juga membawa angin segar bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur ini bakal memasok air baku sebesar 150 liter per detik untuk kebutuhan domestik dan industri di wilayah Karanganyar. Tidak berhenti di situ, potensi reduksi banjir hingga 70,33 meter kubik per detik serta peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 Megawatt turut menjadi nilai tambah yang signifikan.

Baca juga:  Revolusi Hijau di Lahan Basah: ITS Gandeng Teknologi Listrik untuk Garap Pertanian Gambut Indonesia

Sinergi Infrastruktur dan Ketahanan Nasional

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa percepatan penyelesaian Bendungan Jlantah merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan. Di tengah ketidakpastian cuaca global, keberadaan bendungan berfungsi sebagai tabungan air yang menjamin produksi padi nasional tidak merosot saat musim kemarau panjang melanda.

Dengan progres konstruksi yang terus dikebut, masyarakat dan petani di Karanganyar kini menaruh harapan besar. Jika bendungan ini telah beroperasi penuh, efisiensi biaya produksi pertanian dipastikan meningkat, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani lokal sekaligus menjaga piring nasi masyarakat Jawa Tengah tetap terisi.

Sumber berita: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1259326/mampu-mengairi-ribuan-hektare-lahan-pertanian-bendungan-jlantah-pekuat-ketahanan-pangan-jateng

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menantang Kemarau di Tanah Flobamora: Langkah Taktis Pemprov NTT Menghalau Bayang-Bayang Kekeringan dan Gagal Panen

Menghadapi ancaman kekeringan ekstrem jelang puncak kemarau 2026, Pemprov NTT mempercepat langkah...

DPR RI Apresiasi Opini WTP Kementan, Sudaryono Tekankan Output Riil bagi Petani

DPR RI mengapresiasi kinerja laporan keuangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sukses meraih...

DKPP Bantul Mengubah Sudut Sekolah Menjadi Ladang Produktif

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengoptimalkan lahan kosong di 32...

Ribuan Hektare Sawah di Subang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau

Kemarau panjang menyebabkan ribuan hektare sawah di Kabupaten Subang mengalami kekeringan. Petani...