Beranda Nasional Revolusi Hijau di Lahan Basah: ITS Gandeng Teknologi Listrik untuk Garap Pertanian Gambut Indonesia
NasionalNews

Revolusi Hijau di Lahan Basah: ITS Gandeng Teknologi Listrik untuk Garap Pertanian Gambut Indonesia

Tim peneliti ITS sukses mengembangkan traktor perahu listrik inovatif untuk mempermudah mekanisasi pertanian modern di ekosistem lahan gambut yang sensitif.

Bagikan
its kembangkan tractor perahu listrik untuk pertanian lahan gambut
Ilustrasi lahan gambut.(Dok. Freepik/wirestock)
Bagikan

SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan terobosan teknologi yang menjawab langsung tantangan ekologis di lapangan. Tim periset dari kampus pahlawan tersebut resmi mengenalkan inovasi terbaru berupa traktor perahu bertenaga listrik. Mesin agrikultur mutakhir ini didesain secara spesifik untuk mengubah wajah sektor pertanian di lahan gambut Indonesia yang selama ini dikenal memiliki karakteristik tanah yang rapuh dan sulit ditaklukkan oleh mesin pertanian konvensional.

Langkah digitalisasi dan elektrifikasi mekanisasi pertanian ini diambil sebagai solusi atas dilema pemanfaatan lahan basah. Selama ini, penggunaan traktor konvensional berbahan bakar fosil kerap kali merusak struktur lapisan gambut yang sensitif, mempercepat subsidensi lahan, hingga memicu risiko kebakaran hutan akibat emisi panas yang dihasilkan.

Melalui pendekatan berbasis riset interdisipliner, ITS mengembangkan purwarupa kendaraan pertanian yang mampu mengapung sekaligus bergerak stabil di atas permukaan tanah dengan kadar air tinggi. Inovasi ini menjadi angin segar bagi optimalisasi pemanfaatan lahan sub-optimal di berbagai wilayah Indonesia demi menyokong kedaulatan pangan nasional jangka panjang.

Menjinakkan Lahan Gambut Tanpa Merusak Ekosistem

Kunci keunggulan dari traktor perahu listrik kembangan ITS ini terletak pada desain lambung dan sistem penggeraknya. Mengadopsi prinsip hidrodinamika perahu, traktor ini mampu mendistribusikan beban secara merata sehingga tidak ambles saat melintasi lapisan gambut yang bertekstur lembek dan memiliki daya dukung tanah (bearing capacity) yang sangat rendah.

Tidak hanya unggul dari segi rancang bangun fisik, sistem motor penggerak listrik yang tertanam di dalamnya memastikan operasional mesin berjalan tanpa emisi karbon langsung (zero emission).

Penggunaan baterai berbasis litium sebagai sumber energi utama membuat suara mesin menjadi jauh lebih senyap, menekan tingkat kebisingan di area persawahan, serta mengeliminasi risiko pencemaran tanah akibat kebocoran oli atau bahan bakar minyak (BBM) yang kerap terjadi pada mesin pertanian tradisional.

“Pertanian di lahan gambut membutuhkan perlakuan khusus yang sangat presisi. Kita tidak bisa menyamakan mekanisasinya dengan lahan sawah tanah mineral di Pulau Jawa. Traktor perahu listrik ini hadir untuk menjembatani kebutuhan produktivitas pangan petani tanpa harus mengorbankan kelestarian fungsi hidrologis dan ekologis gambut itu sendiri,” ungkap perwakilan tim peneliti ITS.

Baca juga:  DKPP Bantul Mengubah Sudut Sekolah Menjadi Ladang Produktif

Efisiensi Biaya Operasional dan Peta Jalan Masa Depan

Selain ramah terhadap kelestarian lingkungan, aspek keekonomian dari teknologi kelistrikan ini diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional para petani secara signifikan. Dengan ketergantungan terhadap BBM yang dihilangkan, fluktuasi harga energi di pasar tidak akan lagi mengganggu kalkulasi biaya produksi pertanian di tingkat hilir.

Saat ini, proyek purwarupa tersebut terus memasuki fase pengujian lapangan intensif guna menyempurnakan daya tahan baterai serta kapasitas kerja cangkul mekanisnya di berbagai variasi ketebalan gambut.

ITS menargetkan teknologi ini dapat segera diproduksi dalam skala massal dan diadopsi secara luas oleh kelompok tani di wilayah pesisir Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Kehadiran traktor perahu listrik ini menjadi bukti sahih bahwa modernisasi agraria di Indonesia mampu berjalan beriringan dengan komitmen proteksi lingkungan global.

Sumber berita: https://lestari.kompas.com/read/2026/07/15/074248986/its-kembangkan-traktor-perahu-listrik-ubah-pertanian-di-lahan-gambut-jadi

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Cirebon menyimpan potensi harta karun kelautan bernilai triliunan rupiah. Simak analisis mendalam...

Kapolres Lampung Tengah Beberkan Kronologi Konflik Agraria PT BSA dan Warga Tiga Kampung

Kapolres Lampung Tengah beberkan kronologi konflik lahan PT BSA dan warga Anak...

Tanah Hibah Senilai Rp58 Miliar Resmi Berpindah Status Menjadi Aset Pemkab Semarang

Tanah hibah senilai Rp58 miliar resmi tercatat sebagai aset Pemkab Semarang. Simak...

Kementan Kucurkan Tambahan 23 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Lampung

Kementan tambah kuota pupuk subsidi 23 ribu ton di Lampung untuk percepat...