Beranda Lokal Dongkrak Konektivitas Sektor Unggulan, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Bidik Dana Pusat Rp100 Miliar
LokalNews

Dongkrak Konektivitas Sektor Unggulan, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Bidik Dana Pusat Rp100 Miliar

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi ajukan anggaran Rp100 miliar ke pusat. Dana difokuskan untuk bangun infrastruktur jalan pertanian & perikanan di Mamuju.

Bagikan
bupati mamuju sutinah ajukan anggaran jalan pertanian perikanan
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menyampaikan sambutan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Mamuju, Selasa (14/7/2026).
Bagikan

MAMUJU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju mengambil langkah taktis guna mengurai kendala logistik yang kerap membelit para petani dan nelayan di wilayah Sulawesi Barat. Guna mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, secara resmi mengajukan usulan anggaran fantastis senilai Rp100 miliar kepada pemerintah pusat. Suntikan dana segar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut ditargetkan khusus untuk membangun serta merehabilitasi jaringan jalan pertanian dan perikanan di bumi Manakarra.

Langkah jemput bola ini diambil mengingat keterbatasan ruang fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamuju. Tanpa adanya intervensi dari anggaran pusat, percepatan pembangunan jalur distribusi di wilayah-wilayah sentra produksi akan memakan waktu yang jauh lebih lama.

Bupati Sutinah menegaskan bahwa aksesibilitas jalan yang layak adalah kunci utama untuk memangkas biaya operasional para pelaku usaha mikro di sektor agraria dan maritim, sekaligus meningkatkan nilai tawar komoditas lokal di pasar regional maupun nasional.

Fokus Sasaran: Membuka Isolasi Sentra Produksi

Selama ini, wilayah pelosok Mamuju dikenal memiliki potensi pertanian dan perikanan yang luar biasa. Sayangnya, potensi emas tersebut sering kali layu sebelum berkembang akibat rusaknya akses jalan menuju pusat kota dan pelabuhan. Pada musim penghujan, jalur tanah yang menghubungkan ladang serta tempat pelelangan ikan (TPI) kerap kali berubah menjadi kubangan lumpur yang tidak bisa dilalui kendaraan angkut.

Jika usulan anggaran Rp100 miliar ini disetujui oleh kementerian terkait, Pemkab Mamuju telah menyiapkan cetak biru alokasi pembangunan yang mencakup beberapa poin strategis:

  • Jalur Logistik Pertanian: Pembangunan jalan usaha tani (JUT) berupa pengerasan dan pengaspalan jalan setapak agar kendaraan roda empat dapat langsung masuk ke area persawahan, perkebunan kelapa sawit, hingga ladang kakao.
  • Konektivitas Sektor Perikanan: Rehabilitasi jalan penghubung menuju kawasan tambak udang, bandeng, serta kawasan pesisir yang menjadi sentra nelayan tangkap guna mempercepat distribusi hasil laut segar agar kualitasnya tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Sinergi Daerah-Pusat demi Pengentasan Kemiskinan

Baca juga:  Sulawesi Utara dan Uni Eropa Mantapkan Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Maritim Berkelanjutan

Pengajuan dokumen proposal ini tidak sekadar menyodorkan angka nominal, melainkan juga menyertakan data teknis tingkat urgensi dan proyeksi dampak sosial-ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Mamuju.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Pertanian setempat dikabarkan terus mengawal proses verifikasi administrasi di tingkat kementerian agar usulan ini dapat segera diakomodasi dalam sirkulasi APBN tahun anggaran berjalan.

Sutinah optimistis bahwa apabila jalur logistik pertanian dan perikanan ini terhubung dengan mulus, efek berantai (multiplier effect) akan langsung dirasakan oleh masyarakat bawah. Harga jual komoditas di tingkat petani dan nelayan diproyeksikan akan merangkak naik karena ongkos angkut yang murah, yang pada akhirnya akan menjadi stimulus kuat bagi penurunan angka kemiskinan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju.

Sumber berita: https://sulbar.tribunnews.com/mamuju/80836/bupati-mamuju-sutinah-ajukan-rp100-miliar-ke-pusat-target-bangun-jalan-pertanian-dan-perikanan

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Cirebon menyimpan potensi harta karun kelautan bernilai triliunan rupiah. Simak analisis mendalam...

Kapolres Lampung Tengah Beberkan Kronologi Konflik Agraria PT BSA dan Warga Tiga Kampung

Kapolres Lampung Tengah beberkan kronologi konflik lahan PT BSA dan warga Anak...

Tanah Hibah Senilai Rp58 Miliar Resmi Berpindah Status Menjadi Aset Pemkab Semarang

Tanah hibah senilai Rp58 miliar resmi tercatat sebagai aset Pemkab Semarang. Simak...

Kementan Kucurkan Tambahan 23 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Lampung

Kementan tambah kuota pupuk subsidi 23 ribu ton di Lampung untuk percepat...