Home News Dikebut hingga Larut, Proyek Raksasa Bendungan Way Apu Bersiap Jadi Poros Baru Pangan Maluku
NewsRegional

Dikebut hingga Larut, Proyek Raksasa Bendungan Way Apu Bersiap Jadi Poros Baru Pangan Maluku

Pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru terus dikebut. Infrastruktur raksasa ini siap mengairi 10.000 hektare sawah dan menghasilkan listrik 8 MW.

Share
pembangunan bendungan way apu dikebut suplai pangan maluku
Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, diproyeksikan menjadi andalan baru sektor pertanian di wilayah tersebut.(Dok. Kementerian PU)
Share

BURU — Proyek strategis nasional di wilayah Indonesia Timur terus menunjukkan progres signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah memacu percepatan pembangunan Bendungan Way Apu yang terletak di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Akselerasi konstruksi fisik ini sengaja digenjot guna mengejar target operasional komersial, yang diproyeksikan bakal menjadi pengubah permainan (game changer) bagi pemenuhan suplai pangan dan stabilitas komoditas pertanian di wilayah Kepulauan Maluku.

Pulau Buru selama ini memang telah dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Provinsi Maluku. Kendati demikian, potensi agrikultur yang melimpah di wilayah ini kerap kali terbentur oleh masalah klasik: tidak menentunya pasokan air saat kemarau tiba dan ancaman luapan banjir bandang ketika musim penghujan datang.

Kehadiran Bendungan Way Apu dirancang sebagai jawaban permanen atas persoalan hidrologi tersebut. Dengan membendung aliran Sungai Way Apu, infrastruktur masif ini akan berfungsi sebagai tabungan air raksasa yang menstabilkan pasokan air ke jaringan irigasi sekunder maupun tersier milik petani.

Spesifikasi Teknis dan Manfaat Ganda Infrastruktur

Berdasarkan cetak biru dan data teknis kementerian, Bendungan Way Apu dibangun dengan kapasitas tampung efektif yang sangat masif. Waduk buatan ini diproyeksikan mampu mengairi sedikitnya 10.000 hektare lahan persawahan baru dan eksisting di dataran Wayapo. Kepastian suplai irigasi ini diyakini bakal mendongkrak frekuensi panen para petani lokal dari yang semula hanya sekali atau dua kali setahun, menjadi tiga kali panen penuh.

Selain menjadi tulang punggung sektor pengairan sawah, mega proyek ini mengusung konsep multi-fungsi (multi-purpose dam). Manfaat nyata lainnya yang akan langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Buru antara lain:

  • Penyediaan Air Baku: Memasok air bersih siap olah sebesar 250 liter per detik untuk kebutuhan domestik ribuan rumah tangga.
  • Pengendali Banjir: Mereduksi risiko banjir bandang di dataran rendah Wayapo hingga sebesar 575 meter kubik per detik.
  • Potensi Energi Hijau: Memiliki daya dorong air yang cukup untuk menggerakkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 Megawatt (MW).
Baca juga:  Sikat Alih Fungsi Lahan, Pemkab Bandung Wajibkan Pengembang Siapkan Sawah Pengganti

Tantangan Geografis dan Keberlanjutan Ekonomi Pemda

Mengebut proyek infrastruktur di wilayah kepulauan seperti regional Maluku tentu bukan perkara mudah. Manajemen rantai pasok logistik material berat dan kondisi cuaca tropis yang fluktuatif menjadi tantangan harian bagi para pekerja di lapangan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa ketepatan waktu penyelesaian proyek tidak akan mengorbankan aspek keamanan struktur bendungan yang menggunakan tipe urukan batu dengan inti tegak tersebut.

Pemerintah Daerah Kabupaten Buru menyambut baik akselerasi ini. Angin segar dari sektor pertanian ini diprediksi akan memangkas ketergantungan Maluku terhadap pasokan beras impor dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Jika Bendungan Way Apu telah beroperasi penuh, biaya logistik pangan antarpulau dapat ditekan, stabilitas harga beras di pasar tradisional Maluku akan lebih terjaga, dan yang palinpembangunan bendungan way apu dikebut suplai pangan malukug krusial, taraf hidup serta pendapatan riil para petani di Pulau Buru akan naik kelas.

Sumber berita: https://regional.kompas.com/read/2026/07/15/075814378/pembangunan-bendungan-way-apu-dikebut-untuk-bantu-penuhi-suplai-hasil

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menantang Kemarau di Tanah Flobamora: Langkah Taktis Pemprov NTT Menghalau Bayang-Bayang Kekeringan dan Gagal Panen

Menghadapi ancaman kekeringan ekstrem jelang puncak kemarau 2026, Pemprov NTT mempercepat langkah...

DPR RI Apresiasi Opini WTP Kementan, Sudaryono Tekankan Output Riil bagi Petani

DPR RI mengapresiasi kinerja laporan keuangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sukses meraih...

DKPP Bantul Mengubah Sudut Sekolah Menjadi Ladang Produktif

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengoptimalkan lahan kosong di 32...

Ribuan Hektare Sawah di Subang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau

Kemarau panjang menyebabkan ribuan hektare sawah di Kabupaten Subang mengalami kekeringan. Petani...