Home Nasional Prabowo Targetkan RI Produksi Bensin Sawit dalam 3-4 Tahun, Etanol Singkong-Jagung Menyusul
NasionalNews

Prabowo Targetkan RI Produksi Bensin Sawit dalam 3-4 Tahun, Etanol Singkong-Jagung Menyusul

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi bensin dari kelapa sawit dalam 3-4 tahun. Simak juga rencana pengembangan etanol dari singkong dan jagung.

Share
prabowo targetkan produksi bensin sawit dan etanol
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi bensin berbahan baku sawit serta etanol dari singkong dan jagung dalam 3-4 tahun sebagai bagian dari program swasembada energi nasional.
Share

JAKARTA — Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memasang target agresif dalam transisi energi nasional. Indonesia diproyeksikan mulai memproduksi bensin berbasis kelapa sawit secara massal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memangkas ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) fosil dan memperkuat kedaulatan energi.

Cita-cita swasembada energi ini tidak hanya bertumpu pada komoditas kelapa sawit. Pemerintah juga tengah mematangkan rencana diversifikasi bioenergi dengan memanfaatkan komoditas pertanian lain, seperti singkong dan jagung, sebagai bahan baku utama pembuatan etanol.

Pengembangan bahan bakar nabati (BBN) ini dinilai sebagai langkah krusial di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Selain mengamankan pasokan energi domestik, optimalisasi sektor ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang besar bagi para petani lokal serta menekan defisit neraca perdagangan akibat impor minyak.

Peta Jalan Menuju Kemandirian Energi

Dalam rancangan peta jalan yang disiapkan, fokus awal pemerintah adalah mempercepat hilirisasi sawit menjadi bensin nabati (green gasoline). Infrastruktur pendukung dan kesiapan teknologi kini mulai dikebut agar target produksi dalam tenggat waktu 3–4 tahun tersebut dapat terealisasi tanpa hambatan teknis yang berarti.

Paralel dengan proyek bensin sawit, pengembangan bioetanol dari singkong dan jagung akan menyusul sebagai fase berikutnya. Kedua komoditas ini dipilih karena memiliki karakteristik budidaya yang cocok dengan iklim Indonesia dan mampu tumbuh di berbagai jenis lahan.

Baca juga:  Dongkrak Konektivitas Sektor Unggulan, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Bidik Dana Pusat Rp100 Miliar

Pemerintah optimistis bahwa pemanfaatan teknologi berbasis komoditas lokal ini bakal menjadi pilar baru perekonomian nasional. Tantangan terbesar saat ini berada pada aspek konsistensi pasokan bahan baku (supply chain) dan sinkronisasi regulasi antarkementerian agar iklim investasi di sektor energi hijau tetap atraktif.

Sumber berita: https://bangka.tribunnews.com/news/1689720/prabowo-targetkan-produksi-bensin-dari-sawit-dalam-3-4-tahun-etanol-singkong-jagung-menyusul

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menantang Kemarau di Tanah Flobamora: Langkah Taktis Pemprov NTT Menghalau Bayang-Bayang Kekeringan dan Gagal Panen

Menghadapi ancaman kekeringan ekstrem jelang puncak kemarau 2026, Pemprov NTT mempercepat langkah...

DPR RI Apresiasi Opini WTP Kementan, Sudaryono Tekankan Output Riil bagi Petani

DPR RI mengapresiasi kinerja laporan keuangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sukses meraih...

DKPP Bantul Mengubah Sudut Sekolah Menjadi Ladang Produktif

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengoptimalkan lahan kosong di 32...

Ribuan Hektare Sawah di Subang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau

Kemarau panjang menyebabkan ribuan hektare sawah di Kabupaten Subang mengalami kekeringan. Petani...