Beranda News Pertamina Patra Niaga RJBB Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah Peternakan demi Kelestarian Air dan Ekonomi Warga
NewsRegional

Pertamina Patra Niaga RJBB Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah Peternakan demi Kelestarian Air dan Ekonomi Warga

Pertamina Patra Niaga RJBB menginisiasi program pengelolaan limbah peternakan guna menjaga kualitas air sungai dan mendorong ekonomi hijau masyarakat pesisir Jawa Barat.

Bagikan
pertamina patra niaga rjbb dorong pengelolaan limbah peternakan
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara bersama kelompok binaan memperkuat upaya menjaga kualitas air di kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung melalui gerakan Mitra Nyaah Nyaah ka Parahyangan yang berarti "Peduli Bumi Parahyangan" mendorong pemanfaatan limbah peternakan secara berkelanjutan guna mendukung pelestarian kualitas air di kawasan Hulu Bandung Utara.
Bagikan

BANDUNG — Ancaman penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan masih menjadi salah satu tantangan ekologis terbesar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Jawa Barat. Merespons persoalan krusial di tingkat hulu dan menengah tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) mengambil langkah nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terintegrasi. Fokus utama intervensi difokuskan pada edukasi serta penyediaan sarana pengelolaan limbah peternakan secara mandiri, sebuah terobosan yang dirancang untuk membentengi kualitas air sungai dari pencemaran zat organik.

Langkah pelestarian lingkungan ini hadir sebagai solusi atas kebiasaan sebagian peternak lokal yang masih membuang kotoran ternak sapi maupun kambing langsung ke aliran anak sungai.

Melalui sentuhan teknologi tepat guna dan pendampingan kelembagaan kelompok, Pertamina Patra Niaga RJBB mentransformasi persepsi masyarakat terhadap limbah: dari semula beban lingkungan yang memicu konflik sanitasi, menjadi sumber energi baru terbarukan dan pupuk organik bernilai ekonomi.

Membedah Resiko Pencemaran: Beban Kotoran Ternak Terhadap Ekosistem Air

Secara ilmiah-ekologis, pembuangan kotoran ternak tanpa penanganan langsung ke badan air membawa dampak yang sangat destruktif bagi kesehatan ekosistem sungai. Limbah peternakan mengandung kadar kebutuhan oksigen biologis (Biological Oxygen Demand/BOD) dan kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) yang sangat tinggi.

Ketika kotoran ternak masuk ke sungai dalam jumlah masif, proses pembusukan alami oleh bakteri akan menyedot oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) di dalam air secara drastis.

Kondisi anoksik ini tidak hanya memicu bau tidak sedap yang mengganggu pemukiman warga di sepanjang bantaran, melainkan juga memicu kematian massal biota air, seperti ikan dan udang lokal. Selain itu, tingginya cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) dari kotoran mamalia menjadikan air sungai berbahaya untuk dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana MCK maupun irigasi lahan pertanian.

Instalasi Biogas dan Composting: Mengubah Limbah Menjadi Berkah Energy

Guna memutus rantai pencemaran air langsung dari sumbernya, Pertamina Patra Niaga RJBB memfasilitasi pembangunan sarana pengolahan limbah kotoran ternak berbasis komunitas di wilayah mitra binaan. Pendekatan yang diterapkan berfokus pada dua teknologi konversi utama:

  1. Reaktor Biogas Anaerobik (Biodigester): Kotoran ternak segar ditampung di dalam tangki kedap udara untuk mengalami proses fermentasi oleh bakteri metanogenik. Gas metana ($CH_4$) yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui jaringan pipa sederhana langsung ke kompor-kompor dapur rumah tangga warga.
  2. Unit Pembuatan Pupuk Organik (Composting Center): Ampas atau lumpur sisa proses biogas (slurry) yang kaya akan hara mikro dan makro diolah kembali menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair (POC).
Baca juga:  Pemkab Bekasi Usulkan Penyesuaian LP2B Sebesar 7,1 Persen

Uji coba dan penerapan fasilitas ini membuktikan efektivitas ganda. Dari sisi ekologis, ratusan ton limbah kotoran ternak yang sebelumnya berpotensi mencemari sungai kini berhasil diisolasi dan diolah.

Dari sisi ekonomi rumah tangga, warga penerima manfaat dapat menghemat pengeluaran bulanan untuk pembelian gas LPG serta pupuk kimia sintetis, menciptakan pola hidup hemat energi yang mandiri.

Edukasi Berkelanjutan dan Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat

Pertamina Patra Niaga RJBB menyadari penuh bahwa pembangunan fasilitas fisik reaktor biogas hanya menyumbang separuh dari porsi keberhasilan program. Kunci utama keberlanjutan (sustainability) terletak pada perubahan pola pikir (mindset) dan perilaku masyarakat peternak di lapangan.

Oleh karena itu, rangkaian kegiatan pendampingan intensif terus digelar dengan melibatkan fasilitator lapangan dan akademisi lokal.

Masyarakat diajarkan tata cara perawatan rutin reaktor biogas, manajemen sanitasi kandang yang higienis, hingga teknik pengemasan dan pemasaran pupuk organik ke pasar yang lebih luas. Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) juga didorong agar pengelolaan sarana limbah ini memiliki payung kelembagaan yang sah di tingkat desa, sehingga alokasi pemeliharaan dan pembagian manfaat dapat diatur secara adil dan transparan.

Menuju Kampung Hijau dan Sinergi ESG Perusahaan

Program pemberdayaan dan pelestarian air sungai yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga RJBB ini merupakan pengejawantahan dari komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasi Perusahaan. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG Nomor 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta SDG Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga RJBB menggarisbawahi bahwa menjaga kebersihan sungai adalah investasi sosial jangka panjang.

Sungai yang bersih dari limbah organik tidak hanya mengamankan pasokan air bersih bagi pemukiman di hilir, melainkan juga menurunkan risiko penularan penyakit berbasis air (water-borne diseases) serta menjaga potensi wisata alam lokal yang dapat dioptimalkan warga untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Komitmen Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan bagi Jawa Barat

Inisiatif pengolahan limbah peternakan oleh Pertamina Patra Niaga RJBB di Jawa Barat ini membuktikan bahwa perlindungan lingkungan hidup dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga pedesaan. Model intervensi dari hulu ini menjadi resep penting dalam menyelesaikan masalah kompleks pencemaran sungai-sungai strategis di Indonesia.

Baca juga:  Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Sinergi yang kokoh antara Pertamina Patra Niaga RJBB, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif kelompok peternak lokal menjadi motor penggerak terciptanya ekosistem desa yang mandiri energi dan peduli lingkungan.

Melalui konsistensi menjaga aliran sungai tetap bersih dari limbah, masyarakat pesisir dan pedesaan Jawa Barat kini menatap masa depan yang lebih sehat, hijau, dan berdaya secara ekonomi dari atas tanahnya sendiri.

Sumber berita: https://jabar.tribunnews.com/advertorial/1179561/pertamina-patra-niaga-rjbb-dorong-pengelolaan-limbah-peternakan-untuk-menjaga-kualitas-air-sungai

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Cirebon menyimpan potensi harta karun kelautan bernilai triliunan rupiah. Simak analisis mendalam...

Kapolres Lampung Tengah Beberkan Kronologi Konflik Agraria PT BSA dan Warga Tiga Kampung

Kapolres Lampung Tengah beberkan kronologi konflik lahan PT BSA dan warga Anak...

Tanah Hibah Senilai Rp58 Miliar Resmi Berpindah Status Menjadi Aset Pemkab Semarang

Tanah hibah senilai Rp58 miliar resmi tercatat sebagai aset Pemkab Semarang. Simak...

Kementan Kucurkan Tambahan 23 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Lampung

Kementan tambah kuota pupuk subsidi 23 ribu ton di Lampung untuk percepat...