Beranda Lokal Bupati Halmahera Tengah Buka Pelatihan Pakan Ikan Mandiri, Dorong Pembudidaya dan Nelayan Lebih Mandiri dan Produktif
LokalNews

Bupati Halmahera Tengah Buka Pelatihan Pakan Ikan Mandiri, Dorong Pembudidaya dan Nelayan Lebih Mandiri dan Produktif

Bupati Halmahera Tengah buka pelatihan pakan ikan mandiri guna tingkatkan produktivitas nelayan dan pembudidaya. Cek strategi efisiensi biaya dan potensi budidaya lokal.

Bagikan
bupati halmahera tengah pakan ikan mandiri
Foto bersama Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji saat membuka Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri bertema "Perikanan Budidaya, Maju Mandiri Berkelanjutan" yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Tengah di Kantor Camat Weda, Selasa (4/8/2026).
Bagikan

WEDA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus menggejot terobosan strategis untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah. Dalam upaya memangkas beban biaya produksi yang selama ini melilit para pembudidaya ikan lokal, Bupati Halmahera Tengah secara resmi membuka agenda Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri. Langkah ini dirancang khusus untuk membekali para nelayan dan kelompok pembudidaya dengan keterampilan teknis memanfaatkan bahan baku lokal berkualitas tinggi agar mampu menghasilkan pakan secara mandiri dan berkelanjutan.

Langkah intervensi pemerintah daerah ini lahir dari pemetaan masalah nyata di lapangan, di mana tingginya harga pakan pabrikan buatan luar daerah kerap menyedot porsi terbesar dari total modal operasional budidaya.

Melalui penguasaan teknologi pembuatan pakan mandiri, para pembudidaya di Halmahera Tengah diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan impor antarpulau, sekaligus mampu mendongkrak margin keuntungan panen secara signifikan.

Beban Tingginya Biaya Pakan: Tantangan Utama Pembudidaya Lokal

Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi perairan laut dan perairan darat yang sangat kaya, menjadikannya kawasan yang ideal bagi pengembangan budidaya perikanan, baik skala kecil maupun menengah. Namun, potensi geografis yang melimpah tersebut selama ini belum terekstraksi secara maksimal akibat kendala struktur biaya produksi.

Dalam industri perikanan budidaya, komponen pakan menyerap sekitar 60 hingga 70 persen dari keseluruhan biaya operasional harian.

Tingginya harga jual pakan komersial yang didatangkan dari luar Wilayah Maluku Utara membuat marjin keuntungan para pembudidaya menyusut drastis. Ketika harga pakan melonjak, tidak sedikit pelaku usaha perikanan di Halmahera Tengah yang terpaksa mengurangi porsi pemberian pakan atau bahkan menghentikan aktivitas budidaya mereka secara total.

Jurnalisme analisis ekonomi daerah mencatat beberapa persoalan krusial yang melatarbelakangi pentingnya pelatihan ini:

  1. Fluktuasi Harga Pakan Pabrikan: Ketergantungan pada rantai pasok luar daerah membuat harga pakan sangat rentan terhadap kenaikan biaya transportasi laut dan inflasi bahan baku global.
  2. Ketersediaan Pasokan yang Tidak Menentu: Keterlambatan pengiriman kapal kargo sering kali menyebabkan kelangkaan pakan di pasaran lokal, yang berisiko mengganggu siklus pertumbuhan ikan.
  3. Belum Optimalnya Pemanfaatan Limbah Organik Lokal: Banyak bahan baku alami di sekitar pemukiman warga—seperti limbah pengolahan ikan, dedak padi, dan tepung kepala udang—belum dimanfaatkan secara sistematis menjadi formula pakan berkualitas.
Baca juga:  Sediakan 6.128 Hektare Lahan Siap Pakai, Lamongan Bersiap Ambil Alih Peran Sebagai Pusat Industri Baru Jawa Timur

Solusi Berbasis Bahan Baku Lokal: Inovasi Teknis Pembuatan Pakan

Pelatihan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui dinas teknis terkait ini tidak hanya menyajikan teori di dalam ruangan, tetapi juga membekali para peserta dengan praktik langsung (hands-on training). Para ahli dan instruktur perikanan dihadirkan untuk mengajari peserta mengenai formulasi kadar protein, lemak, dan serat yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi berbagai jenis ikan budidaya.

Bupati Halmahera Tengah menegaskan bahwa kunci utama dari kesuksesan pakan ikan mandiri adalah pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar dengan harga yang sangat murah.

Dengan mencampur bahan-bahan lokal menggunakan rasio nutrisi yang tepat, kualitas pakan buatan sendiri terbukti tidak kalah bersaing dengan pakan buatan pabrik besar:

  • Pemanfaatan Sisa Hasil Tangkapan Nelayan: Ikan-ikan rucah atau bagian ikan yang tidak terjual di pasar diproses menjadi tepung ikan kaya protein sebagai bahan utama pakan.
  • Penggunaan Sumber Karbohidrat Lokal: Memanfaatkan dedak halus, tepung tapioka, atau ampas tahu lokal sebagai bahan perekat dan sumber energi tambahan bagi pertumbuhan ikan.
  • Kemandirian Alat dan Mesin Pelet: Pemkab Halmahera Tengah turut mendorong fasilitasi bantuan mesin pembuat pelet sederhana agar kelompok tani perikanan dapat memproduksi pakan secara kolektif di desa masing-masing.

Dorongan Bupati: Mengubah Pola Pikir dari Konsumtif Menjadi Produsen

Dalam pengarahannya saat membuka acara, Bupati Halmahera Tengah menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya transformasi pola pikir (mindset) di kalangan nelayan dan pembudidaya. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan ekonomi perikanan di Halmahera Tengah tidak bisa terus-menerus disandarkan pada bantuan hibah barang jadi dari pemerintah semata.

Masyarakat pelaku usaha diimbau untuk bertransformasi menjadi produsen mandiri yang menguasai hulu hingga hilir rantai bisnis perikanan.

“Pemerintah daerah hadir untuk memberikan kail dan keterampilannya, bukan sekadar memberikan ikannya. Jika para pembudidaya mampu membuat pakan sendiri, biaya produksi akan turun drastis, dan pendapatan bersih keluarga akan otomatis meningkat,” tegas Bupati di hadapan puluhan peserta pelatihan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen untuk terus mengawal hasil pelatihan ini melalui pendampingan berkala di lapangan:

  • Penyediaan Tim Pendamping Lapangan: Menyiagakan penyuluh perikanan untuk mendampingi kelompok pembudidaya dalam melakukan uji coba formulasi pakan secara mandiri.
  • Fasilitasi Uji Laboratorium Nutrisi: Membantu pengujian kandungan gizi pakan buatan warga di laboratorium guna memastikan standar nutrisi ikan terpenuhi.
  • Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pakan: Memfasilitasi pembentukan wadah usaha berbasis desa agar produksi pakan dapat dilakukan dalam skala ekonomis yang lebih besar.
Baca juga:  Harga Kebutuhan Upakara Kembali Merangkak Naik di Gianyar Jelang Budha Kliwon Pahang

Dampak Multiplier Bagi Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Daerah

Program pelatihan pakan ikan mandiri ini diyakini akan memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian Kabupaten Halmahera Tengah. Dengan turunnya biaya produksi perikanan budidaya, pasokan ikan segar untuk kebutuhan konsumsi masyarakat lokal akan semakin melimpah dengan harga yang lebih terjangkau.

Kondisi ini secara langsung mendukung program pemerintah daerah dalam mengentaskan angka stunting melalui pemenuhan gizi protein hewani berbasis komoditas lokal.

Di samping itu, lahirnya unit-unit produksi pakan mandiri di tingkat desa akan membuka lapangan kerja baru bagi pemuda perdesaan, mulai dari pencari bahan baku, operator mesin pelet, hingga jaringan distribusi lokal.

Sinergi antara nelayan tangkap yang menyuplai bahan baku segar dan pembudidaya yang menyerap pakan mandiri akan menciptakan rantai ekonomi lokal yang solid dan tahan terhadap gejolak ekonomi luar.

Menatap Masa Depan Perikanan Halmahera Tengah yang Berkelanjutan

Langkah maju yang diinisiasi oleh Bupati Halmahera Tengah melalui pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor perikanan yang tangguh dan berdaya saing. Penguatan kapasitas SDM nelayan dan pembudidaya merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Melalui penguasaan teknologi pakan berbasis kearifan lokal ini, Halmahera Tengah optimis mampu mentransformasi diri menjadi sentra produksi perikanan budidaya yang mandiri di Provinsi Maluku Utara.

Para pembudidaya kini menatap masa depan usaha mereka dengan optimisme baru—keyakinan bahwa dengan kemandirian pakan, tingkat kesejahteraan keluarga nelayan di Halmahera Tengah akan terangkat secara berkelanjutan.

Sumber berita: https://ternate.tribunnews.com/maluku-utara/103500/bupati-halmahera-tengah-buka-pelatihan-pakan-ikan-mandiri-dorong-nelayan-lebih-produktif

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kekayaan Kelautan Cirebon yang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Wilayah

Cirebon menyimpan potensi harta karun kelautan bernilai triliunan rupiah. Simak analisis mendalam...

Kapolres Lampung Tengah Beberkan Kronologi Konflik Agraria PT BSA dan Warga Tiga Kampung

Kapolres Lampung Tengah beberkan kronologi konflik lahan PT BSA dan warga Anak...

Tanah Hibah Senilai Rp58 Miliar Resmi Berpindah Status Menjadi Aset Pemkab Semarang

Tanah hibah senilai Rp58 miliar resmi tercatat sebagai aset Pemkab Semarang. Simak...

Kementan Kucurkan Tambahan 23 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Lampung

Kementan tambah kuota pupuk subsidi 23 ribu ton di Lampung untuk percepat...